Kamis, 27 November 2014

Perjalanan Panjang Untuk Diskusi Singkat

Sebenarnya saya gak yakin untuk mengikuti wisuda tahun ini. Tapi, karena saya mendapatkan dorongan yang kuat dari orang - orang yang saya sayangi, itu membuat kekuatan metafisika dalam tubuh saya aktif dan menggerakkan seluruh jiwa dan raga untuk menyelesaikan tugas akhir itu.

Bangkit fitri...bangkit...bangkit !

Kata - kata itu terngiyang dalam hati nurani saya. Seperti ada seseorang yang membisikkan kata - kata tersebut disetiap gerakkan yang saya lakukan. Saya akan merasa bersalah dan mendzolimi diri sendiri kalau saya harus menunda wisuda selama satu tahun ke depan. Dengan jujur, tidak ada alasan yang logis untuk saya menunda wisuda saya, yang ada hanyalah alasan - alasan klasik dimana seolah - olah menbenarkan semua tindak tanduk kesalahan yang saya lakukan. 

Oh....huuuaaahhhhhh...............pergilah.pergi....

Hai virus kemalasan, pergilah. Jangan bersarang di dalam tubuh saya. Karena saya akan melawan kalian. Kalian akan mati jika tetap berada didalam diri saya. Oleh karena itu, saya memberikan kesempatan kepada kalian untuk pergi. Let's go to find the other one.

Tepatnya rabu malam abu memberikan info untuk saya bertemu Ka.Prodi saya. Kamis pagi saya menghubungi Pak Bachtiar namanya..

"Assalam'mualaikum pak, saya fitri murid PTDII mau minta arahan dari bapak. Kapan saya bisa ketemu bapak ia pak ?"

Wa'alaikumsalam, oh ia.. Saya lagi dirumah, kalau bisa segera. Waktu yang kamu miliki terbatas soalnya.."

"Baik pak, rumah bapak dimana ia ? "

"Ciputat", jawabnya...

"Baik pak, Assalam'mualaikum."....dst

Tarik napas panjang setelah menutup telpon tersebut. Karena jujur, saya belum mandiri untuk pergi kemana - mana seorang diri. Salah satu kelemahan saya adalah selalu membuat praduga - praduga kaya di sinetron gitu, kalau naik angkot ini gimana, nanti kalau nyasar gimana, kalau ini gimana, kalau gitu gimana...bla.bla.bla.bla. Belum sih mama, wah rumahnya jauh banget, ajak teman aja, memang kamu berani, terus naik apa kesana ? bla.bla.bla.bla

Sejenak....langsung lemas. 

Saya percaya,  kompetitor terbesar di dunia ini adalah diri kita masing - masing. Segera saya berdiri, ambil handuk, mandi, dan meyakinkan diri saya harus pergi ke rumah Beliau untuk mendapatkan arahan penting yang saya butuhkan, meyakinkan mama kalau saya bisa. Dan berpikir bahwa perjalanan ini adalah untuk menuntut ilmu, jadi apapun yang terjadi sudah termasuk dalam perjalanan kejalan yang Insyaallah diridhoi sama Allah. PERCAYA ! SIAP...DAN BERANGKAT.

Melangkah pertama siap - siap, ambil kunci motor, pamit dan berdoa...brreemmmmmm

Tujuan pertama ke Warnet, lanjut Kampus membereskan administrasi dan meninggalkan motor..heee Untuk pergi ke Ciputat tepatnya Kampus UIN itu bisa naik kereta, transjakarta dan bus. Dan saya memilih untuk naik bus Mayasari AC 135 Rp 13.000 November 2014. Alhamdulillah sampai 1,5 jam kurang lebih deh. Busnya cukup nyaman karena gak terlalu padat dan gak bau rokok.

Pelajaran yang dapat saya ambil setelah saya berkunjung ke rumah guru saya, adalah :
Pertama, arahan yang mana memang saya butuhkan. Kedua, Rumah guru saya itu nyaman banget dihati. Punya banyak anak asuh, rumah nya plong gitu, gak ribet sama banyak barang - barang aneh. Depannya yayasan, masjid besar, kompleknya nyaman dikelilingi dengan dunia pendidikan. Pengen banget punya rumah besar kaya Beliau, tapi di dalamnya banyak anak - anak asuh yang sepanjang hari kegiatannya mencari ridho Allah. Kayanya itu udara yang dihirup untuk napas terasa sejuk bangetttttt.... Semoga...aamiin. 

Ketika saya masuk rumahnya, agak sempat kaget sih dalam hati, nih kenapa banyak anak - anak sebrang yang ngelihatin saya ... (ge'er gitu), eh ternyata memang saya yang memasuki wilayah mereka. Jadi anak - anak asuhnya itu dari seluruh penjuru nusantara....luar biasa.

Hidup kita itu biasa - biasa aja kalau yang dipikirin cuma untuk diri sendiri dan keluarga. Tapi, kalau kita mikirin banyak orang, bantu mereka tersenyum karena senyuman yang kita mulai, dunia rasanya lebar banget, banyak banget yang harus kita lakukan rasanya. Dan kebahagian kita sendiri akan diberikan langsung oleh Allah. Luar Biasa ! Luar Biasa !

*terharu hiks.hiks.

FOKUS KEPADA SKRIPSI....heee

go fitri.go fitri.go fitri.

Jakarta, 27 Nov 2014

Dimalam akhir cutiku di 2014 yeeaaahhhh akhirnya habis ! 
Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Custom Post Signature

Custom Post  Signature